Keterbatasan waktu bersama anak-anak merupakan tantangan yang cukup besar bagi kami dalam menjalankan homeschooling. Apalagi dalam masa-masa awal homeschooling kami, dimana anak-anak belum sepenuhnya mampu menjadi pembelajar mandiri. Untunglah pada zaman sekarang kemajuan teknologi sudah berkembang sedemikian pesat, terutama tehnologi internet yang bisa kami manfaatkan sebagai sarana untuk belajar. Kebetulan anak kami yang pertama, Annisa Nabeela ( 10 th ) sudah kami perkenalkan dengan dunia internet. Idealnya memang kamilah yang harus selalu mendampingi proses belajar anak-anak .
“Terima kasih sudah hadir di keluarga kami. Kami sangat berbahagia, Adek adalah bayi yang sangat cocok untuk ibu,”ujar ibu sambil mendekap bayinya.
“ Jika aku sakit, terus lihat bayi, sakitku jadi hilang” Ucap sang kakak pada adeknya.
Ungkapan-ungkapan di atas dinyatakan oleh keluarga yang sangat berbahagia karena kehadiran sang bayi. Kebahagiaan itu kerap diungkapkan dalam berbagai ekspresi atau ungkapan positif. Mereka seolah berlomba menyatakan perasaan masing-masing pada sang bayi.
Bagi orang-orang yang jarang mengungkapkan perasaanya mungkin ucapan-ucapan seperti itu kedengarannya berlebihan . Namun sesungguhnya banyak manfaat dari sikap seperti itu. Jika sekeluarga senantiasa menyatakan perasaan positif seperti rasa bahagia, kasih sayang, dan ungkapan syukur, maka hal ini akan
Dua bulan sudah anakku berhenti dari sekolah formal .Dua bulan kulalui bukan berarti aku benar-benar mantap mejalankan homeschooling pada anak-anakku. Karena jujur bahwa keinginan untuk menerapkan homeschooling awalnya datang dari suamiku.Terkadang terbersit keraguan dihatiku. Dalam hati aku bertanya pada diriku sendiri ,Apakah ini keputusan yang terbaik untuk anak-anakku. Mampukah aku menghantarkan anak-anakku menuju kebahagiaan.
Banyak orang tua merasa stress melihat anak-anaknya yang bertengkar. Seorang ibu bahkan merasa gagal menjadi seorang orang tua merasa gagal ketika melihat anak-anaknya berkelahi. Terlintas dibenaknya untuk memisahkan anak-anaknya itu agar pertengkaran diantara mereka tidak terjadi. Bagaimana tidak stress, tidak ada makanan, anak-anak bertengkar, sudah ada makanan anak-anak berebut, tidak ada mainan mereka berantem, dibelikan mainan justru menjadi sebab pertengkaran.
Bagaimanakah sebaiknya mengatasai pertengkaran ? Banyak orang tua yang tidak tahan tatkala anak-anaknya berselisih. Namun dengarlah penuturan seorang ahli , “ Every conflict offers an opportunity to teach” Demikian disampaikan oleh Becky A Bayley Ph.D dalam bukunya “ Easy to Love, Difficult to Discipline”. Sehingga ketika konflik terjadi kita bisa
Bermula dari acara jalan-jalan ke toko buku bareng abiku, nggak sengaja kami liat buku ketrampilan tentang “ Kreasi Apik dari Kain Flanel”. Setelah kami baca sedikiat, kami rasa buku ini lumayan cocok buat anak-anakku yang hobinya jahit-menjahit .Aku rasa buku ini memang pas banget deh… buat diparktekin sama anak-anak, selain bahan-bahannya mudah didapat dan kelihatannya hargnya juga lumayan terjangkau
Secara umum, kecerdasan bahasa menggambarkan kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata baik secara lisan maupun tulisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekpresikan gagasan. Anak yang mempunyai kecerdasan bahasa biasanya senang dengan membaca, menulis karangan, membuat puisi, membuat kata-kata mutiara, dan sebagainya.Mereka biasanya mempunyai daya ingat yang kuat terhadap istilah-istilah baru maupun hal-hal yang sifatnya detail. Selain itu mereka juga cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi.
Tag Technorati: {grup-tag}Motivation,education,pendidikan,homeschooling,psikologi,Hellen Keller,guru
Seorang gadis kecil tak bisa melihat maupun mendengar . Baginya dunia begitu sunyi dan tanpa warna. Kedua indra yang sangat penting bagi kehidupan itu lenyap di usia balitanya oleh sebuah penyakit. Walaupun mulutnya mampu mengeluarkan suara tapi ia tak mampu bicara . Isyarat yang ia gunakan seringkali tak memadai, sehingga orang sekitar sulit memahami keinginannya. Kegagalan mengkomunikasikan keinginannya sering kali ledakan kemarahan dan amukan.
Orang tuanya sangat sedih karena mereka tak dapat berbuat apa-apa karena rumah merekapun jauh dari sekolah tunna rungu dan tunanetra.
Menurut Howard Gardner, ada delapan macam kecerdasan yang biasa disebut Multiple Intellegence, atau kecerdasan Majemuk. Berikut ini penjelasan tentang kedelapan jenis kecerdasan tersebut
Kecerdasan Linguistik
Adalah kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini meliputi kemampuan memanipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, fonologi ( bunyi bahasa ) semantik ( makna bahasa ) dimensi pragmatik ( penggunaan praktis bahasa ). Penggunaan bahasa mencakup aspek retorika ( penggunaan bahasa untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan tindakan tertentu ), Mnemonik ( penggunaaan bahasa untuk mengingat informasi ), eksplanasi ( penggunaan bahasa untuk member informasi ), dan metabahasa ( penggunaan bahasa untuk membahas bahasa itu sendiri ).
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact